Friday, January 24, 2020

DINAMIKA PLANET BUMI


Rotasi Bumi adalah efek samping pembentukan tata surya kita, yang semula berbentuk awan raksasa gas dan debu kira-kira 4,6 milyar tahun yang lalu.
Awan itu mulai berotasi ketika ditarik oleh gravitasinya sendiri.

Zat di bagian tengah akhirnya menjadi Matahari, sementara pusaran debu dan gas yang terletak lebih luar membentuk planet-planet.
Bumi telah berputar sejak awal mula pembentukanya.

Seberapa Cepat Bumi berputar?

Bumi berputar memenuhi satu putaran dalam sehari.
Karena ukuran Bumi yang begitu besar, permukaan Bumi bergerak dengan cepat sekali untuk memenuhi putaran itu.
Di sepanjang garis khatulistiwa, Bumi berotasi dengan kecepatan 1.670 km/jam, sama cepatnya dengan jet tempur yang melesat di kecepatan maksimum

Mengapa kita tidak merasakan rotasi Bumi?

Ada dua alasan kenpa kita tidak merasakannya, yaitu gravitasi dan fakta bahwa kamu bergerak bersama Bumi.
Sebagaimana penumpang pesawat yang tidak mersakan gerakan maju pesawat karena ia ikut bergerak bersama pesawat, kamu pun tidak merasakan rotasi Bumi karena kamu bergerak bersama Bumi.

Padahal pesawat yang kamu tumpangi itu mempunyai kecepatan yang mencapai 900 km/jam, begitu pula kecepatan rotasi Bumi di khatulistiwa yang mencapai 1.670 km/jam, tapi kamu tidak bisa merasakan gerakan tersebut jika kamu bergerak bersamanya.
Kamu hanya akan merasakan gerakan pesawat jika pesawat tersebut mengubah kecepatannya, seperti saat sedang berbelok atau mengurangi kecepatan.
Gravitasilah yang menahan kamu untuk tetap menempel di permukaan Bumi, gravitasi pula lah yang menahan atmosfer di sekeliling Bumi, sepeda dan mobil di jalanan, serta burung di langit untuk tetap bergerak bersama Bumi.

Mengapa Bumi berputar paling cepat di khatulistiwa?

Khatulistiwa adalah tempat terlebar di sepanjang sumbu Bumi, jadi titik di sepanjang khatulistiwa harus bergerak lebih jauh dan lebih cepat untuk memenuhi satu putaran penuh pada Bumi.
Ibaratkan sebuah komedi putar…
Kuda-kuda di sebelah luar, jaraknya lebih jauh dari pusat daripada kuda yang di dalam.
 Gambar: Flickr
Karena itu, kuda di luar harus bergerak dengan lebih cepat karena harus menyelesaikan satu putaran dengan jarak yang lebih jauh, sementara waktunya sama dengan kuda di sebelah dalam.

Apa yang akan terjadi jika Bumi tiba-tiba berhenti berputar?
Semoga tidak terjadi ya…
Tapi jika memang hal ini terjadi, yang terjadi adalah bencana. Bangunan-bangunan roboh, gunug-gunung runtuh, dan air di lautan menghempas ke kamarmu.

Bila Bumi mendadak berhenti bergerak, segala sesuatu dan setiap orang di atasnya akan terlempar ke arah putaran planet ini sebelumnya, dan orang yang berada di khatulistiwa lah yang akan paling jauh terlempar.
Gravitasi akan menahan kita sehingga tidak terlempar ke luar angkasa, tapi tetap saja, Bumi akan jadi tempat yang benar-benar berbeda kalau ia mendadak berhenti berputar.
Kemudian, lama siang-malam akan berubah. Satu hari akan berlangsung selama setahun, karena butuh waktu selama itulah pergantian siang-malam akan terjadi kalau Bumi tidak berputar.
Jangka panjangnya… tanaman akan layu, dan kita akan mulai kehabisan makanan.
Tapi kabar baiknya, skenario ini nyaris mustahil untuk terjadi.
Bagikan artikel ini


Atmosfer Bumi



lapisan gas yang menyelimuti Planet Bumi
Lapisan-lapisan atmosfer Bumi.
Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di Bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai atmosfer termasuk fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.

Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari Matahari dan mengurangi suhu ekstrem antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.

Atmosfer tidak memiliki batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.

Lapisan
Pengertian Lapisan Termosfer sebagai Lapisan Atmosfer.     
Lapisan Termosfer Berada di atas mesopouse dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar 650 km. Pada lapisan ini, gas-gas akan terionisasi, oleh karenanya lapisan ini sering juga disebut lapisan ionosfer. Molekul oksigen akan terpecah menjadi oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada lapisan ini. Suhu pada lapisan ini akan meningkat dengan meningkatnya ketinggian. Ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan lagi, yaitu:

Lapisan ozon
Terletak antara 80 – 150 km dengan rata-rata 100 km dpl. Lapisan ini tempat terjadinya proses ionisasi tertinggi. Lapisan ini dinamakan juga lapisan ozon. mempunyai sifat memantulkan gelombang radio. Suhu udara di sini berkisar – 70 °C sampai +50 °C .
Lapisan udara F
Terletak antara 150 – 400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara appleton.
Lapisan udara atom
Pada lapisan ini, materi-materi berada dalam bentuk atom. Letaknya lapisan ini antara 400 – 800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari, dan diduga suhunya mencapai 1200 °C .
Eksosfer              
Komposisi dari atmosfer Bumi   
Pesawat ruang angkasa, atmosfer dan orbit   
Proses masuk-kembali dari orbit dimulai pada 122 km (400.000 ft).

Angkasa tidak sama dengan orbit. Kesalahan pengertian umum tentang batasan ke angkasa adalah orbit terjadi dengan mencapai ketinggian ini. Orbit membutuhkan kecepatan orbit dan secara teoretis dapat terjadi pada ketinggian berapa saja. Gesekan atmosfer mencegah sebuah orbit yang terlalu rendah.

Ketinggian minimal untuk orbit stabil dimulai sekitar 350 km (220 mil) di atas permukaan laut rata-rata, jadi untuk melakukan penerbangan angkasa orbital nyata, sebuah pesawat harus terbang lebih tinggi dan (yang lebih penting) lebih cepat dari yang dibutuhkan untuk penerbangan angkasa sub-orbital.

Mencapai orbit membutuhkan kecepatan tinggi. Sebuah pesawat belum mencapai orbit sampai ia memutari Bumi begitu cepat sehingga gaya sentifugal ke atas membatalkan gaya grafitasi ke bawah pesawat. Setelah mencapai di luar atmosfer, sebuah pesawat memasuki orbit harus berputar ke samping dan melanjutkan pendorongan roketnya untuk mencapai kecepatan yang dibutuhkan; untuk orbit Bumi rendah, kecepatannya sekitar 7,9 km/s (28.400 km/jam — 18.000 mill/jam). Oleh karena itu, mencapai ketinggian yang dibutuhkan merupakan langkah pertama untuk mencapai orbit.

Energi yang dibutuhkan untuk mencapai kecepatan untuk orbit bumi rendah 32MJ/kg sekitar dua puluh kali energi yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian dasar 10 kJ/km/kg.

DINAMIKA PLANET BUMI

Rotasi Bumi adalah efek samping pembentukan tata surya kita, yang semula berbentuk awan raksasa gas dan debu kira-kira 4,6 milyar tahun y...